K

September 27, 2026

Kuliah S1 Sambil Bekerja.

Opinion

Kenapa lanjut dari D3 ke S1 padahal sudah bekerja, seperti apa kuliah PJJ, bagaimana kerja dan kuliah saling mengisi, sampai skripsi dan tips untuk yang mau menempuh jalan yang sama.

Lanjut Kuliah Setelah Bekerja

Aku lulus D3 Manajemen Informatika di Politeknik Negeri Malang, lalu masuk dunia kerja sebagai developer. Sekarang aku sedang menempuh S1 Teknik Informatika lewat jalur PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), sambil tetap bekerja. Cerita lengkap proyek-proyek kuliahnya, dari D3 sampai skripsi, ada di Perjalanan Akademik .

Tulisan ini lebih ke pandanganku soal menjalani keduanya sekaligus: kenapa memilih jalan ini, bagaimana format PJJ, dan apa yang menurutku perlu dipersiapkan.


Kenapa Lanjut dari D3 ke S1?

Pertanyaan yang wajar: kalau sudah bisa bekerja sebagai developer, kenapa masih kuliah lagi? Di industri software, kemampuan memang sering lebih dihargai daripada gelar. Tapi menurutku ada beberapa alasan yang tetap masuk akal:

  • Rasa penasaran soal teori. D3 cenderung praktis, fokus ke “bagaimana membangunnya”. Setelah bekerja, pertanyaan “kenapa” justru makin banyak: kenapa algoritma ini lebih efisien, kenapa desain database seperti ini, bagaimana cara berpikir yang lebih sistematis.
  • Pintu yang lebih banyak terbuka. Beberapa jalur karier, instansi, atau studi lanjut masih mensyaratkan S1. Punya gelarnya berarti pilihan di masa depan tidak tertutup karena alasan administratif.
  • Memperluas wawasan. Kuliah memaksa belajar hal di luar pekerjaan harian. Buatku, skripsi misalnya membawa ke dunia data dan forecasting, yang jauh dari pekerjaan sehari-hari di sisi web dan server.
  • Kebiasaan belajar yang terstruktur. Belajar mandiri itu penting, tapi kurikulum memberi struktur dan tenggat yang membantu belajar hal-hal yang mungkin tidak akan dipelajari sendiri.

Seperti Apa Kuliah PJJ?

PJJ adalah kuliah jarak jauh: sebagian besar proses belajar dilakukan secara daring. Buat yang bekerja, format ini membuat kuliah jadi mungkin tanpa harus berhenti bekerja atau pindah kota.

Yang menurutku perlu dipahami sebelum memilih PJJ:

  • Fleksibel, tapi menuntut disiplin. Tidak ada suasana kampus yang “memaksa” hadir dan belajar. Semuanya bergantung pada kemauan sendiri.
  • Belajar mandiri jadi porsi besar. Materi, tugas, dan diskusi banyak berjalan lewat platform online. Kemampuan membaca dan memahami materi sendiri sangat menentukan.
  • Interaksi lebih terbatas. Diskusi dengan teman dan dosen tidak sespontan kuliah tatap muka, jadi harus lebih proaktif bertanya.
  • Kualitasnya tergantung usaha. Seperti kuliah reguler, hasilnya ditentukan oleh seberapa serius menjalaninya.

Menariknya, format ini agak mirip dengan kerja remote: sama-sama menuntut kita mengatur diri sendiri, berkomunikasi lewat tulisan, dan bertanggung jawab atas waktu sendiri.


Mengatur Waktu

Ini tantangan utamanya. Kerja penuh waktu sudah menghabiskan sebagian besar energi harian, lalu kuliah harus masuk di sisa waktu yang ada.

Prinsip yang menurutku penting:

  • Anggap kuliah sebagai komitmen terjadwal, bukan kegiatan “kalau sempat”. Kalau tidak dijadwalkan, dia akan selalu kalah oleh pekerjaan.
  • Kenali kalender akademik. Masa ujian, tenggat tugas besar, dan periode skripsi sebaiknya diketahui jauh-jauh hari, supaya bisa diantisipasi di sisi pekerjaan juga.
  • Pecah pekerjaan besar. Tugas besar dan skripsi terasa mustahil kalau dilihat utuh, tapi masuk akal kalau dipecah jadi langkah kecil yang dikerjakan rutin.
  • Terima bahwa tidak semua bisa maksimal. Kadang pekerjaan sedang padat, kadang kuliah. Menurutku yang penting adalah konsisten dalam jangka panjang, bukan sempurna setiap minggu.
  • Jangan korbankan istirahat terus-menerus. Kerja plus kuliah itu maraton. Kurang tidur yang dijadikan strategi jangka panjang biasanya berakhir buruk.

Kerja dan Kuliah Saling Mengisi

Menurutku, ini keuntungan terbesar kuliah sambil bekerja: dua dunia itu saling memberi konteks.

Pengalaman kerja membantu kuliah

  • Teori jadi punya konteks. Materi seperti basis data, rekayasa perangkat lunak, atau jaringan terasa jauh lebih konkret ketika sudah pernah berhadapan dengan masalahnya di dunia nyata.
  • Tugas pemrograman lebih ringan. Terbiasa dengan tools, Git, framework, dan debugging membuat bagian teknis tugas tidak lagi jadi hambatan utama, jadi energi bisa dipakai untuk memahami konsepnya.
  • Terbiasa dengan data sungguhan. Pekerjaan membiasakan kita bahwa data di dunia nyata itu berantakan. Pelajaran ini sangat berguna saat mengerjakan proyek berbasis data.

Kuliah membantu kerja

  • Fondasi yang lebih kuat. Teori algoritma, struktur data, dan statistik membantu memahami kenapa sebuah solusi bekerja, bukan cuma bahwa solusi itu bekerja.
  • Cara berpikir yang lebih sistematis. Metodologi penelitian mengajarkan untuk merumuskan masalah, memilih metode dengan alasan, dan mengevaluasi hasil secara objektif. Kebiasaan ini berguna juga saat mengambil keputusan teknis di pekerjaan.
  • Topik baru di luar zona nyaman. Kuliah mendorong belajar hal-hal yang mungkin tidak akan disentuh kalau hanya mengikuti kebutuhan pekerjaan.

Skripsi: Prediksi Harga Beras

Skripsiku berjudul Implementasi Metode Eksponensial Smoothing untuk Prediksi Harga Beras di Jawa Timur, dan saat tulisan ini dibuat, masih dalam proses.

Yang menarik buatku, skripsi ini jadi titik temu antara kerja dan kuliah. Sisi metodenya, yaitu time series dan perbandingan Single dan Double Exponential Smoothing, adalah hal baru yang aku pelajari dari nol; catatan teknisnya ada di Forecasting Harga dengan Exponential Smoothing . Sementara sisi rekayasanya, seperti mengambil data dari API, membangun pipeline ETL, menyimpan ke database, dan membuat dashboard, terasa dekat dengan pekerjaan sehari-hari sebagai developer. Ringkasan sistemnya ada di Price Prediction System .

Menurutku, ini salah satu keuntungan mengerjakan skripsi setelah punya pengalaman kerja: kita bisa memilih topik yang menantang dari sisi keilmuan, sambil memakai kemampuan teknis yang sudah terlatih untuk membangun sistemnya.


Tantangannya

Supaya adil, ini juga sisi yang tidak enak:

  • Energi terbatas. Setelah seharian bekerja, sisa tenaga untuk belajar tidak selalu banyak.
  • Target yang bergeser. Rencana lulus bisa mundur karena pekerjaan, tugas, atau skripsi yang butuh waktu lebih lama dari perkiraan. Menurutku ini wajar dan tidak perlu dianggap kegagalan.
  • Motivasi naik-turun. Tanpa suasana kampus dan teman sekelas yang bertemu setiap hari, menjaga semangat jadi tanggung jawab pribadi.
  • Waktu pribadi berkurang. Hobi, istirahat, dan waktu sosial ikut terpotong. Perlu disadari sejak awal bahwa ada harga yang dibayar.
  • Skripsi butuh fokus panjang. Berbeda dengan tugas kuliah biasa, skripsi butuh waktu berpikir yang panjang dan berkelanjutan, yang tidak mudah didapat di sela pekerjaan.

Tips untuk yang Mau Kuliah Sambil Bekerja

  1. Tahu alasanmu. Alasan yang jelas akan jadi pegangan saat motivasi turun.
  2. Pilih format yang realistis. Kalau jam kerja tidak fleksibel, format seperti PJJ atau kelas karyawan mungkin lebih masuk akal.
  3. Komunikasikan dengan tempat kerja kalau diperlukan, terutama menjelang ujian atau sidang.
  4. Hubungkan tugas dengan pekerjaan kalau memungkinkan. Topik yang dekat dengan pekerjaan lebih mudah dikerjakan dan hasilnya bisa berguna di dua tempat.
  5. Mulai skripsi lebih awal. Cicil sedikit-sedikit jauh lebih ringan daripada mengejar semuanya di akhir.
  6. Dokumentasikan yang dipelajari. Menulis catatan membantu memahami materi, dan jadi arsip yang berguna nanti.
  7. Jaga kesehatan. Kerja dan kuliah itu jangka panjang; tubuh dan pikiran yang capek tidak akan bertahan lama.

Penutup

Kuliah sambil bekerja bukan jalan yang mudah, dan bukan jalan yang wajib diambil semua orang. Tapi kalau alasannya jelas, menurutku ini salah satu cara belajar yang paling kaya, karena teori dan praktik bisa langsung saling menguji.

Kamu juga sedang kuliah sambil bekerja, atau sedang mempertimbangkannya? Ceritakan di kolom komentar.

Hey! I’m Fanny, the software engineer tending to this digital garden. You can read more about me, or subscribe by email.

Comments