August 27, 2026
Menyiapkan Mac untuk Development.
Langkah-langkah dasar menyiapkan MacBook baru untuk kebutuhan development: Homebrew, terminal, Git, Node.js, dan code editor.
Mac baru datang bersih tanpa alat development apapun terpasang. Berikut urutan umum menyiapkannya agar siap dipakai untuk coding sehari-hari.
Memasang Xcode Command Line Tools
Banyak alat development di macOS membutuhkan Command Line Tools dari Apple, yang menyediakan compiler dan utilitas dasar seperti Git versi awal.
xcode-select --install
Memasang Homebrew
Homebrew adalah package manager tidak resmi paling populer untuk macOS, memudahkan instalasi berbagai software lewat terminal tanpa perlu mengunduh installer satu per satu secara manual.
/bin/bash -c "$(curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/Homebrew/install/HEAD/install.sh)"
Setelah terpasang, package apapun bisa diinstal dengan format sederhana:
brew install git
brew install --cask visual-studio-code
Memasang Git
brew install git
git config --global user.name "Nama Kamu"
git config --global user.email "[email protected]"
Konfigurasi user.name dan user.email penting dilakukan di awal karena akan tercatat di setiap commit yang dibuat.
Memasang Node.js lewat Version Manager
Alih-alih menginstal Node.js langsung, disarankan memakai version manager seperti nvm agar bisa berpindah antar versi Node.js dengan mudah sesuai kebutuhan proyek.
brew install nvm
mkdir ~/.nvm
nvm install --lts
nvm use --lts
node -v
Memasang Code Editor
brew install --cask visual-studio-code
Setelah terpasang, aktifkan perintah code di terminal lewat Command Palette VS Code (Cmd + Shift + P), cari “Shell Command: Install ‘code’ command in PATH”, sehingga folder proyek bisa langsung dibuka lewat code . dari terminal.
Mengatur Terminal Bawaan
Banyak developer mengganti terminal bawaan macOS dengan alternatif seperti iTerm2 yang menawarkan fitur lebih lengkap, ditambah shell seperti Zsh (sudah menjadi default sejak macOS Catalina) yang dilengkapi framework konfigurasi seperti Oh My Zsh untuk mempercantik tampilan dan menambah fitur autocomplete.
brew install --cask iterm2
sh -c "$(curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/ohmyzsh/ohmyzsh/master/tools/install.sh)"
Memasang SSH Key untuk GitHub
ssh-keygen -t ed25519 -C "[email protected]"
cat ~/.ssh/id_ed25519.pub | pbcopy
Kunci publik yang tersalin lewat pbcopy kemudian ditambahkan ke pengaturan SSH key di akun GitHub, memungkinkan git push dan git pull tanpa perlu memasukkan password berulang kali.
Kesimpulan
Urutan Xcode Command Line Tools, Homebrew, Git, Node.js lewat version manager, dan code editor sudah mencakup kebutuhan dasar hampir semua developer web. Setelah semua terpasang, Mac baru siap dipakai untuk clone repository pertama dan mulai coding.

Hey! I’m Fanny, the software engineer tending to this digital garden. You can read more about me, or subscribe by email.