September 27, 2026

My Phone Journey.

Dari Nokia dan HP pinjaman kakak di SD, HP game hasil uang sunatan, sampai Redmi Note 5 Pro, Sony Xperia 5, dan vivo V29.

Setiap ponsel yang pernah aku pakai rasanya menandai satu fase hidup: SD, SMP, SMK, kuliah, sampai bekerja. Ini catatan perjalanannya.


SD — Nokia dan Sony Pinjaman Kakak

Seingatku, ponsel pertama yang aku pegang waktu SD adalah Nokia. Selain itu, aku juga sering meminjam ponsel Sony milik kakakku — ponsel slide yang layarnya bisa digeser ke atas untuk memunculkan keypad. Tipe persisnya sudah lupa, yang jelas masih ponsel fitur, belum smartphone.

Nokia

Sony Ericsson slide


Kelas 6 SD — Cross G10T, HP Game Hasil Uang Sunatan

Kelas 6 SD, aku disunat. Uang yang terkumpul dari acara sunatan itu aku pakai untuk membeli ponsel sendiri: Cross G10T, “HP game” yang sudah dibekali game NES.

Cross G10T

KomponenSpesifikasi
Layar2,8 inci QVGA, layar sentuh + keypad
Fitur utamaGame NES bawaan, tombol khusus gaming
KonektivitasDual SIM GSM, Bluetooth (A2DP)
HiburanTV analog, radio FM, MP3/MP4/3GP
Kamera1,3 MP
LainnyaJava, Opera Mini, bisa jadi webcam

Ponsel ini aku pakai sampai SMP.


SMP — HP Slide dan Flip

Di SMP, aku berganti ke ponsel China lain — ada yang model slide, ada juga yang model flip (lipat). Semuanya masih ponsel fitur, belum Android, dan jujur saja aku sudah lupa mereknya. Zaman itu memang eranya ponsel China murah dengan bentuk dan fitur yang macam-macam.

HP slide

HP flip


SMK Kelas 1 — Android Pertama

Kelas 1 SMK jadi titik penting: untuk pertama kalinya aku memegang ponsel Android. Mereknya masih merek China juga, tapi dunia aplikasi dan internet di genggaman benar-benar mengubah cara aku memakai ponsel.

Ponsel ini aku pakai sampai masuk kuliah.


Kuliah — Xiaomi Redmi Note 5 Pro

Di akhir semester 1 kuliah — bersamaan dengan laptop baruku — aku membeli Redmi Note 5 Pro, yang kemudian menemaniku sampai bekerja.

Redmi Note 5 Pro

KomponenSpesifikasi
ChipsetQualcomm Snapdragon 636
Layar5,99 inci Full HD+ (18:9)
RAM / Penyimpanan4 GB / 64 GB atau 6 GB / 64 GB
Kamera belakang12 MP + 5 MP (dual)
Kamera depan20 MP
Baterai4.000 mAh

Bekerja — Sony Xperia 5 (Black Market)

Lalu aku membeli Sony Xperia 5 — versi black market, karena Sony sudah tidak resmi berjualan ponsel di Indonesia. Risiko terbesarnya urusan IMEI, tapi alhamdulillah sinyalnya tetap bisa.

Sony Xperia 5

KomponenSpesifikasi
ChipsetQualcomm Snapdragon 855
Layar6,1 inci OLED 21:9, Full HD+
RAM / Penyimpanan6 GB / 128 GB
Kamera belakang3 × 12 MP (utama, telefoto, ultra-wide)
Kamera depan8 MP
Baterai3.140 mAh
LainnyaTahan air IP65/68, jack audio 3,5 mm

Sekarang — vivo V29

Ponsel yang aku pakai sampai sekarang adalah vivo V29.

vivo V29

KomponenSpesifikasi
ChipsetQualcomm Snapdragon 778G
Layar6,78 inci AMOLED melengkung, 120 Hz
RAM / Penyimpanan12 GB / 256 GB atau 512 GB
Kamera belakang50 MP (OIS) + 8 MP ultra-wide + 2 MP
Kamera depan50 MP
Baterai4.600 mAh, fast charging 80 W

Dari ponsel pinjaman kakak sampai ponsel yang dibeli dengan uang sendiri, tiap perangkat punya ceritanya masing-masing. Yang paling berkesan tetap Cross G10T — HP game hasil uang sunatan yang rasanya seperti punya konsol di saku.

Hey! I’m Fanny, the software engineer tending to this digital garden. You can read more about me, or subscribe by email.

Comments