September 27, 2026
My YouTube Channel.
Dari Shorts pertama tentang One Piece di 2024 sampai 16 ribu subscriber dan 10 juta views — cerita di balik channel anime Wibu Denial.
Bukan wibu, cuma hafal playlist anime doang ðŸ¤
Anime selalu jadi bagian besar dari hidupku. Di pertengahan 2024, aku memutuskan untuk tidak cuma menonton, tapi juga membuat konten tentangnya. Lahirlah Wibu Denial — channel YouTube untuk kamu yang bilang “aku bukan wibu!” tapi playlist-nya penuh opening anime.

Angka-Angkanya
Per September 2026:
| Channel dibuat | 6 Juli 2024 |
| Subscriber | ± 16,6 ribu |
| Total video | 211 (10 video panjang, 201 Shorts) |
| Total views | ± 10,5 juta |
Hampir semua pertumbuhan itu datang dari Shorts.
Awal Mula: Shorts Pertama (Oktober 2024)
Channel-nya dibuat Juli 2024, tapi konten pertama baru naik di 7 Oktober 2024: sebuah Shorts berjudul “Karakter yang pernah ngelawan 3 Yonkou” tentang One Piece.
Shorts awal lainnya masih seputar anime mainstream yang dekat dengan penonton Indonesia — arti nama para Hokage, “GW pengen jadi Hokage”, legenda di One Piece, sampai “Blue Lock season 2 harus kita hujat”. Formatnya sederhana: satu fakta atau opini, dibungkus dalam kurang dari satu menit.
Mencoba Video Panjang
Di akhir 2024, aku mulai mencoba format video panjang. Yang pertama, 3 Desember 2024: "Death Note One Shot — Alur Cerita Manga". Video ini sampai sekarang jadi video panjang terpopuler di channel, dengan sekitar 35 ribu views.
Setelahnya menyusul beberapa format lain:
- Alur cerita manga — misalnya Yuusha Goikkou no Kaerimichi (Desember 2024).
- Pembahasan genre — "Dampak dari Genre Netorare (NTR) " (Februari 2025).
- Bedah karakter — "Membedah Karakter Ayanokouji: Jenius Dingin yang Selalu Menang " dari Classroom of the Elite dan "Membedah Setiap Luka Karakter Takopi no Genzai " (Agustus 2025).
Video panjang butuh riset, naskah, dan editing yang jauh lebih berat. Dari sinilah aku belajar menulis, menyunting, dan memproduksi video secara utuh — bukan cuma memotong klip.
Shorts yang Meledak
Titik balik datang dari Shorts.
- Mei 2025 — “Killua Setelah Episode Terakhir” (Hunter × Hunter) tembus sekitar 717 ribu views.
- Oktober 2025 — “Selama ini dia cuma pake…” tentang Boku no Hero Academia meledak sampai 2,5 juta views — sejauh ini video terpopuler di channel.
Shorts populer lainnya juga ramai: fakta-fakta Hunter × Hunter, teori JoJo, 100 Kanojo, sampai “karakter ini ternyata cowok”. Polanya terlihat jelas: fakta yang mengejutkan tentang karakter yang sudah dikenal hampir selalu menang.
Membangun “Sistem” di Sekitar Channel
Sebagai developer, aku tidak tahan untuk tidak membuat alat sendiri. Beberapa proyekku lahir langsung dari pengalaman mengelola channel:
- Judol Slayer — waktu kolom komentar mulai diserbu spam judi online, aku ikut berkontribusi ke bot penghapus komentar judol.
- Streaming Assistant — sistem poin supaya viewer bisa lebih akrab dengan streamer saat live, tanpa harus berdonasi.
- Halaman Wibu Denial — halaman link-in-bio di situs ini yang mengumpulkan YouTube, Instagram, TikTok, dan Trakteer dalam satu tempat.
- Manga Text Removal — alat untuk menghapus teks dari panel manga, supaya bahan konten tidak perlu dibersihkan manual.
Sekarang
Belakangan ini upload-nya tidak sesering dulu — pekerjaan dan proyek lain menyita waktu. Tapi channel ini tetap jalan, dan aku masih membuat konten setiap kali ada ide yang menarik.
Wibu Denial juga ada di Instagram dan TikTok . Kalau mau mampir: youtube.com/@WibuDenial .

Hey! I’m Fanny, the software engineer tending to this digital garden. You can read more about me, or subscribe by email.